Mereka Memanggilku Diary

Aku benda mati.

Tapi aku lebih mampu mendengar dibanding manusia yang bertelinga. Lebih mampu melihat dibanding manusia yang bermata. Lebih mampu mengalirkan kenyamanan meski tak punya sepasang tangan untuk menggenggam, memeluk, atau sekedar merangkul. Lebih mampu memahami dibanding manusia yang katanya punya hati. Setidaknya satu dari milyaran manusia di bumi.

Aku benda mati.

Kadang aku dipeluk, kadang aku dilempar. Kadang aku ditatap dengan mata berbinar. Kadang aku ditatap penuh kebencian. Kadang ia datang tersenyum. Kadang ia datang dengan derai air mata. Lalu bercerita—apapun—tanpa ku minta.

Aku benda mati.

tapi aku tau isi hati seorang anak manusia. Yang dengan sengaja menyempatkan sebagian dari 24 jam nya untuk menemuiku, yang bersamaku ia bercerita suka, maupun duka, yang dia abadikan dalam diriku, dalam lembar-lembar bernoda tinta.

Yap, aku hanyalah benda mati. Mereka memanggilku Dairy.


2017
~An

******************

Ditengah ke-putek-kan kerja. iseng buka-buka email tahun 2017. Dan... ketemu draft tulisan ini. :)

Really,
Kangen diary.. Akhir-akhir ini jarang banget nulis di diary. Kalau di kantor memang lebih enak langsung buka Blog. Tinggal ketik-ketik (Bukan contoh yang baik. Jangan ditiru! Hahaa). Soalnya kalau udah dirumah capek, nggak sempet nulis-nulis lagi kecuali lagi down dan riweh buanget. Seketika menulis jadi sebuah kebutuhan.

Ingat, jangan sampai blog ini berubah jadi diary online mu ya.. walaupun blognya ngga ada yang baca juga Hahaa.. Keep save Intan :)

0 Komentar