Tentang Sebuah Penerimaan

Seperti biasa, malam ini bulan menyajikan semangkuk kenangan dengan aroma kerinduan. Tak seperti malam-malam sebelumnya, aku sungguh menikmati hidangan yang ia sajikan. Tak ada lagi sesak, juga air mata yang berdesak.

Sudahkah aku benar-benar ikhlas? Mampu Melepas tanpa terhempas?

Sejujurnya, aku mulai bisa menikmati dinamika rasa yang mengalir disetiap liku dan terjal kehidupanku. Kehidupan yang nyaris sempurna sejak perkenalan sederhana itu. kehidupan yang kemudian kau buat keruh sekejap lalu.

Ku akui, aku tak pernah jatuh sedalam itu. Pun, terguncang sehebat itu. Karenanya butuh waktu yang cukup lama bagiku untuk kembali stabil. Berupaya tegar, diambang keputusasaan. Dan bangkit dari keterpurukan.

Kisahku yang satu ini mengajarkanku tentang arti sebuah penerimaan. Aku menyadari satu hal, bahwa akulah yang bertanggung jawab atas perasaanku sendiri. Karena ternyata benar, luka itu hanya menyayat sedalam yang kita izinkan.

Dan benar apa yang dikatakan oleh seorang penulis cantik, Kak @ahimsa.azaleav, bahwa keikhlasan tak hanya menguji kita dalam satu peristiwa, ia terus datang dalam rentetan peristiwa untuk menguji apakah kita sudah benar-benar ikhlas ataukah belum.
Tentang sebuah penerimaan, terimakasih, lewat dirimu Allah mengizinkanku merasakan dinamika rasa itu, kebahagiaan, kesedihan, tangis, tawa, semuanya. Yang dengannya aku kini menjadi diriku yang sekarang, setidaknya sedikit lebih kuat dari yang dulu.
Terimakasih, ya? :)


*****
Ditulis,
May, 2017.

0 Komentar